Sabu Raijua

Jumat, 15 November 2019 - 04:15 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kawasan Mangrove yang indah di Kelurahan Tulaika, Mebba, Sabu Barat yang strategis untuk jualan paket “Mangrove Tour”. Foto : Dok.Fortuna

Kawasan Mangrove yang indah di Kelurahan Tulaika, Mebba, Sabu Barat yang strategis untuk jualan paket “Mangrove Tour”. Foto : Dok.Fortuna

Ekowista Mangrove Tulaika, Peluang Ekonomi Baru di Sabu Raijua

Floreseditorial.com – Pemerintah Sabu Raijua menunjukan keseriusannya dalam menata dan mengembangkan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di daerah itu.

Kekayaan wisata berupa budaya, megalitik, situs sejarah dan  bahari terus dioptimalkan untuk mendukung gagasan besar menjadikan pariwisata sebagai segmen unggulan baru yang seksi dan mensejahterakan rakyat.

Selain destinasi populer semisal Gua Lie Madira, Gua Mabala, Kelabba Madja, Pantai Kepo, masih ada lagi satu destinasi yang sangat indah nan mempesona di Sabu Raijua yakni Kawasan Mangrove Tulaika yang berada di Tulaika Keluarahan Mebba Kecamatan Sabu Barat.

Melansir fortunaexpolre.com, Kawasan tersebut kini dikembangkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi lokus Ekowisata Mangrove baru yang siap memperkaya destinasi kunjungan wisatawan di negeri para dewa itu.

Tidak segan-segan, kawasan tersebut telah ditata oleh Pemerintah Sabu Raijua dengan bantuan anggaran dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2018 sebesar Rp.300.000.000. Adapun fasilitas yang telah dibangun yakni Gapura, Gasebo, titian dan Toilet.

Saat ini wisata mangrove diserahkan pengelolaanya kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mata Padomara.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke belum  lama ini meresmikan pemanfaatan Ekowisata Mangrove itu. Peresmian ini menjadi babak baru dimana destinasi wisata berbasis lingkungan ini akan menjadi salah satu objek wisata bagi para pelancong yang ingin mengunjungi Sabu Raijua.

Lokasi ini tak jauh dari pusat kota sehingga banyak harapkan agar perlu segera ditetapkan tarif masuk dan retribusi di destinasi tersebut. Tujuanya kawasan itu menjadi pasti, tertata, terawat dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke saat meresmikan lokasi tersebut meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan lokasi destinasi. Alasannya karena lokasi itu akan menjadi daya tarik para pengunjung sehingga aspek kebersihan lingkungan, keramahtamah dan sopan santun menjadi kunci utama.

Kepada Pokmas Padomara dia meminta untuk mempersiapakan menyambut kedatangan tamu.
Menurut Niko, masyarakat dan seluruh komponen yang ada di Sabu Raijua harus bisa mengiplementasikan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari terutama disetiap destinasi. Selain kebersihan yang erat kaitannya dengan upaya memerangi sampah, sikap ramah ketika menerima tamu saat berkunjung juga menjadi hal terpenting.

Dia juga meminta agar setiap tamu yang datang harus dijaga kenyamannya selama berada dalam lokasi wisata.  hal ini selaras dengan budaya Sabu Raijua yang mana tamu dianggap sebagai raja sehingga harus diutamakan dalam pelayanannya.

“Masalah kenyaman, masalah keramahan, itu yang harus kita utamakan, dan ini sudah menjadi budaya otang Sabu Raijua bahwa tamu adalah raja yang harus dilayani dengan baik dan tulus ” kata Rihi Heke.

Peluang Ekonomi Bagi Warga

Kehadiran sebuah destinasi wisata tentu selaras dengan peluang untuk menggairahkan ekonomi lokal. Oleh karena itu, lokasi Ekowisata Mangrove yang baru diresmikan itu diyakini Bupati Rihi Heke dapat memberi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Tempat tersebut harus menjadi tempat yang baik bagi lingkungan disekitar. Pelayanan dari kita baik maka wisatawan akan sering datang kelokasi wisata yang ada. Maka masyarakat akan merasakan dampaknya, pertmbuhan ekonomi disekitar akan bertumbuh dengan baik pula,”ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk memanfaatkan situasi dan tempat ini untuk bisa menjadi wahana peningkatan ekonomi dari masyarakat dan juga masyarakat di kelurahan tersebut.

Pariwisata sebagai salah satu sektor primadona dalam mendongkrak pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan bermacam usaha jasa pariwisata. Pemerintah terus berupaya mengembangan setiap potensi wisata yang ada maupun pada destinasi yang baru.

Sementara, Plt. Kadis Lingkungan Hidup Sabu Raijua, Putrasyah Balich dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pengembangan ekowisata Mangrove untuk mendorong percepatan pembangunan sektor wisata berbasis lingkungan hidup. Manfaat lain kata dia yakni untuk menciptakan daya dukung dan daya cipta pelestarian pesona ekowisata mangrove serta meningkatkan pengembangan sumber daya dan lingkungan hidup tahun 2018.

“Output dari kegiatan ini terbangunnnya bangunan penunjang ekowisata sesuai menu yang disajikan dalam juknis dan pilihan menu oleh OMS Mata Padomara berupa 1 unut Gapura, Gasebo, titian 100 m dan toilet 1 unit” ungkapnya.

Laporan: Wahyu

Artikel ini telah dibaca 93 kali

x