Manggarai Barat

Kamis, 5 Desember 2019 - 17:12 WIB

12 bulan yang lalu

logo

Lokasi Wisata Cunca Wulang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Lokasi Wisata Cunca Wulang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Pesona Cunca Wulang, Destinasi Wisata Yang Instagramable di Manggarai Barat

Alam Flores sungguh menyajikan banyak pesona yang sangat luar bisa, terkadang mirip Afrika dengan savana-nya, terkadang malah dibilang mirip Eropa kalau melihat sungai dan bebatuannya. Untuk yang terakhir itu, buktikan saja di Air Terjun Cunca Wulang yang terletak di Desa Wersawe, Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Cunca Wulang letaknya berada di antara Labuan Bajo dan Ruteng. kondisi jalan yang sudah memadai membuat kawasan ini semakin mudah untuk dikunjungi wisatawan.

Setelah melalui jalan utama kurang lebih 25 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo kita bisa belok kiri masuk ke jalan perkampungan menuju Cunca Wulang yang jaraknya sekitar 4 kilometer. Akses jalan menuju ke Cunca Wulang sudah sangat memadai.

Setelah melalui 4 kilometer sampailah kami ke ‘gerbang’ menuju Cunca Wulang. kamu akan menemukan beberapa petugas yang siap membantu anda untuk berwisata ke air terjun cunca Wulang.

Lokasi wisata Cunca Wulang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Untuk menuju ke air terjun Cunca wulang, sebaiknya anda menggunakan jasa pemandu. Keluar masuk hutan, dan mengikuti jalan setapak yang medannya cukup menguras tenaga.

Sepanjang jalan, kamu akan disuguhi banyak pengetahuan baru, yaitu melihat tanaman lokal yang oleh warga setempat bisa dijadikan bumbu masakan dalam berbagai hajatan.

Frans salah seorang pemandu lokal disana tentu akan memberikan banyak informasi kepada anda terkait kawasan cunca Wulang.

Ada beberapa petuah menarik dari pemandu, saat team Floreseditorial.com datang ke desa wisata Cunca Wulang, ketika kami menelusuri hutan. Dia bilang, jangan letakkan tangan di pinggang ketika terasa capek dan jangan minum ketika sedang berjalan jauh.

Pemandu kami juga bilang, untuk berjalan di hutan, lebih nikmat tanpa menggunakan alas kaki. Lebih menyatu dengan alam katanya.

Berjalan tanpa alas kaki dan telapak kakinya lebih kuat dibanding sol sepatu kami yang khusus dibuat untuk mendaki gunung. Terbukti dari pijakannya yang kuat, sedangkan kami masih sering terperosok beberapa kali karena jalan yang licin.

Sepanjang jalan, pemandu kami bercerita tentang filosofi dan kehidupan orang-orang di perkampungan tersebut. Mulai dari kepercayaan sang pemandu yang percaya kalau semua makhluk hidup di sekitar kita saling berkomunikasi satu sama lain.

Setelah puas bercerita sambil berjalan selama kurang lebih 45 menit, melompati batu demi batu, kami sampai di Cunca Wulang.

Jalannya terjal dan licin sekali karena baru selesai hujan. Tapi ketika sudah sampai di atas, wow! Hanya itu yang bisa diucapkan. Kamu dijamin akan berdiri mematung karena terpesona akan keindahan air terjun tersebut.

Segala keringat yang menetes seperti terbayarkan. Pemandangannya indah tiada dua. Untuk menutup perjalanan kali itu, seperti kata pemandunya, kurang afdhol jika tidak melompat ke Cunca Wulang setelah perjalanan panjang.

Lokasi yang Instagramable membuat kawasan ini menjadi tempat yang sangat menarik untuk berfoto-foto (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Kamu bisa mencoba untuk melompat dari salah satu tebing setinggi 4 meter ke perairan Cunca Wulang yang dalamnya sekitar 4 meter. Nikmat sekali. Segala lelah dan keringat langsung hilang setelah melihat indahnya alam Cunca Wulang dan merasakan kesegaran airnya.

Untuk melengkapi indahnya perjalanan anda, di Cunca Wulang juga sudah ada pedagang lokal yang menjual makanan kalau sudah kelaparan, Pada akhirnya, cerita tentang kebudayaan Flores ditemani secangkir kopi tuk, serta mie instan dengan telur mata sapi menjadi penutup kisah manis perjalanan mu ke Cunca Wulang.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 637 kali

Baca Lainnya
x