Manggarai TImur

Jumat, 24 Januari 2020 - 09:50 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Compang berusia Ratusan tahun di Kampung Tua Kedaluan Riwu yang konon dijaga oleh 2 ekor Ular (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Compang berusia Ratusan tahun di Kampung Tua Kedaluan Riwu yang konon dijaga oleh 2 ekor Ular (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Jejak Peradaban Dalu Riwu di Manggarai Timur

Floreseditorial.com , Borong – Golo Riwu merupakan suatu lokasi yang berada di Desa Poco Ri’i Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Tempat yang bisa disulap menjadi destinasi wisata sejarah ini belum banyak diketahui publik.

Untuk mengunjungi sumber peradaban Dalu Riwu ini, kita akan menempuh Dua jam perjalanan dari Pusat Kota Borong Kabupaten Manggarai Timur.

Bersama Pemeritah Desa, tokoh muda dan para Tetua adat Riwu, team media floreseditorial.com mengunjungi Kampung Lama tak berpenghuni Peniggalan Dalu Riwu yang berada di puncak Golo Riwu ini pada Kamis,(24/1/2020).

Segala fakta sejarah dan peninggalan Leluhur Riwu akan banyak ditemui di tempat ini, ada beberapa tempat unik yang memiliki Cerita mistis yang dapat kita jumpai di Golo Riwu.

Puncak Golo Sa’o (Foto:TeamYPF/Yopie Moon)

Beberapa tempat unik yang akan kita temui yaitu Wae Gumbang. Wae Gumbang adalah susunan bebatuan mirip sebuah sumur kecil yang ada pada batu,yang konon airnya tidak akan pernah habis ketika ditimbah, baik pada musim hujan maupun musim kemerau.

Menurut penuturan Mateus Dalus, Penjaga Rumah Gendang Riwu, Konon Wae Gumbang ini sebagai tempat penyimpanan air bagi para Prajurit penjaga Benteng di Kampung Riwu.

“Disini akan kita temui ada Empat Wae Gumbang yang memiliki cerita dan kegunaan yang berbeda”.

“Misalnya, Wae Gumbang Inung (Digunakan untuk keperluan minum ) , Wae Gumbang Samo (di gunakan untuk cuci tangan), Wae Gumbang Nipa (Air khusus yang diminum oleh penjaga Nipa),”ujarnya.

Di tempat ini kita juga akan temui Compang Riwu (Sejenis Mesbah Tempat ritual adat) yang berada di tengah-tengah halaman kampung.

AloTaur, tetua adat Dalu Riwu menceritakan bahwa compang itu sudah berusia Ratusan tahun, sejak kampung Riwu di dirikan oleh Moyangnya saat itu.

“Kita lihat di tengah Compang itu, ada sebatang pohon Mangga yang tumbuh, dan pohon Mangga itu juga sudah berusia Ratusan tahun dan akarnya tidak menjalar melewati Compang”.

Diketahui, di Compang itu ada dua Ekor Ular yang penjaga. Pada saat tertentu ular tersebut akan menampakan diri dia tidak menggigit sembarang, dan masyarakat meyakini kalau sepasang Ular tersebut merupakan penjelmaan dari penjaga Kampung ini

Selain itu ditemukan pula Benteng pertahanan dari para Prajurit Dalu Riwu saat itu , Benteng pertahanan ini berada di area sebelum memasuki kampung.

Tetua adat Riwu lainnya Niko Kabus menerangkan, berdasarkan ulasan cerita dan sejarah yang diperolehnya, di benteng pertahanan Dalu Riwu ini sudah banyak menelankan nyawa musuh saat itu.

“Di Benteng Pertahanan inilah para prajurit Riwu berperang melawan musuh Raja Bima kala itu, konon di Benteng ini begitu banyak Korban yang meniggal saat pertempuran berlangsung”,Kata Niko.

Hal unik yang tidak kalah menariknya yang kita temui ditempat ini yaitu Puncak Golo Sa’o.

Di Puncak Golo Sa’o inilah kita akan disuguhkan pemandangan yang menarik, kita akan melihat hamparan sawah yang berjejeran dan pemandangan lainnya yang menyejukan mata.

Konon Ceritanya, dari puncak Golo Sa’o inilah mayat musuh yang tewas saat pertempuran dibuang oleh para Parajurit Riwu.

Saat diwawancarai oleh Floreseditorial.com di lokasih, Paulus Junda kepala Desa Poco Ri’i menyampaikan kalau Pemdes nanti akan berkoordinasi dengan Pariwisata Manggarai Timur tentang tempat wisata Golo Riwu itu.

“Golo Riwu merupakan suata tempat wisata yang harus kita jaga dan di lestarikan, tempat ini merupakan suatu tempat peninggalan sejarah, sebagai tempat lahirnya peradaban dari semua keturunan suku Riwu yang berada diseluruh pelosok Flores ini”.

“Kedepannya setelah Pemdes berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Matim,kita akan sama-sama mencari jalan untuk membangun dan menata tempat ini”.

“Yang pastinya kita akan tata tempat wisata ini secara berlahan, semua dukungan dari masyarakat dan Tetua adat Riwu sangat kita harapkan,”tutup Paul.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 935 kali

Baca Lainnya
x