Manggarai Manggarai Barat Manggarai TImur

Senin, 24 Februari 2020 - 03:24 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Para finalis Puteri Indonesia saat menonton atraksi tarian Caci (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Para finalis Puteri Indonesia saat menonton atraksi tarian Caci (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Decak Kagum Finalis Puteri Indonesia Saat Nonton Tarian Caci

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Sebanyak 13 dari 39 peserta Finalis Putri Indonesia 2020 mengunjungi sanggar budaya di kampung Melo desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/2/2020).

Kehadiran 13 peserta finalis Puteri Indonesia di Sanggar Compang To’e ini untuk menggali informasi tentang budaya yang ada di Manggarai. Ke-13 peserta diterima secara adat di rumah adat kampung Melo.

Para finalis putri Indonesia mengaku kagum dengan kebudayaan orang Manggarai (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Teti, Had Promotion Mustika Ratu kepada Floreseditorial.com menuturkan bahwa kehadiran peserta Finalis ke kampung adat Melo untuk menghimpun dan mengetahui kekayaan budaya Manggarai.

Selain itu, peninjauan spot wisata juga akan menjadi indikator penilaian terhadap peserta finalis.

“Disini kita juga menilai peserta. Kemampuan mereka berinteraksi, keaktifan dan keingintahuan mereka tentang objek wisata merupakan bagian dari penilaian”, ungkap Teti.

Tetipun berharap agar peserta mampu menggali lebih jauh tentang budaya yang ada di Manggarai sehingga mereka dapat mempromosilanya ke dunia luar.

“Ada beberapa objek wisata yang kita promosikan. Inikan kampung adat. Harapnya mereka mencintai kekayaan alam maupun budaya Indonesia, khusunya dalam hal ini NTT”.

Para finalis Puteri Indonesia mengikuti atraksi tarian Rangkuk Alu (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Salah satu peserta finalis, Ayu Putri Saraswati asal Kalimantan Selatan mengaku takjub dengan kekayaan budaya dan alam Manggarai Barat yang memikat.

Menurutnya, keindahan dan keunikan budaya Manggarai menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

“Luar biasa. Kita disuguhkan dengan beberapa atrakasi budaya yang memang sangat berbeda dengan daerah lain”, kata putri kalimantan Selatan yang biasa disapa Raras itu.

“Disini tempatnya sangat indah. Semoga pemerintah dan masyarakat mampu menjaga dan mepertahankan keindahan alam di Manggarai Barat ini”, ujarnya.

Pantaun Floreseditorial.com, 13 peserta finalis berkesempatan menonton atraksi Caci yang dipemtaskan oleh kelompok Sanggara Compang To’e.

Selain Caci, 13 finalis Putri Indonesia juga melihat langsung proses tenun Songket Manggarai, menonton dan mengikuti tarian nundundake dan tarian rangkuk Alu.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 2950 kali

Baca Lainnya
x