Manggarai Barat

Jumat, 13 Maret 2020 - 01:36 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Situs Watu Tiri di Desa Watu Tiri, kecamatan Lembor Selatan (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Situs Watu Tiri di Desa Watu Tiri, kecamatan Lembor Selatan (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Mengenal Desa Watu Tiri di Lembor Selatan

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Desa Watu Tiri adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat, NTT. Desa ini memiliki sejumlah potensi wisata yang tidak kalah uniknya dengan dengan desa-desa lain di Manggarai Barat.

Sebut saja pantai Mberenang. Pantai yang menjadi pantai primadona masyarakat lokal kecamatan Lembor ini dikenal dengan keunikannya karena hamparan pasir pantainya yang berundak-undak. Jika liburan hari raya, masyarakat dari berbagai penjuru datang mengunjungi pantai ini.

Pantai Mberenang (Foto; TeamYPF/Edi Risal)

Selaian Mberenang, Watu Tiri juga memiliki sebuah situs batu yang dikenal dengan nama Watu Tiri. Itulah pula sebabnya desa ini dinamai watu Tiri. Konon ‘,watu Tiri’ adalah sebuah kapal karam yang terlah berubah menjadi batu. Pada zaman dahulu, ‘watu tiri’ ini dijadikan tempat persembahan para leluhur untuk memohon restu segala sesuatu.

Situs Watu Tiri (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Watu Tiri ini letaknya sekitar di wilayah pantai Mberenang.

Di desa ini juga memiliki keunikan, dimana salah satu suku di desa ini, 100% lelakinya adalah pemain caci

Tak haya itu, di watu tiri juga memiliki potensi wisata Rohani yaitu Gua Imaculata Pong Rojo.

Gua ini terletak di gunung sebuah kampung yang tua yang dikenal dengan nama kampung Pumpung. Kampung pumpung adalah kampung tertua di desa ini. Untuk Menuju kesana, kita menghabiskan waktu 1 jam perjalanan dari Malawatar kecamatan Lembor atau sekitar 3 jam jika datang dari Labuan bajo menggunakan roda 4.

Gua Imaculata Pong Rojo (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Kepala desa Watu Tiri, Stanislaus Dugis kepada Floreseditorial.com menyatakan bahwa potensi wisata yang ada di desanya memacu dirinya untuk membentuk kelompok sadar wisata serta akan dimasukan dalam BumDes.

Menurutnya, pada tahun 2020 ini ia akan menata kembali beberapa spot wisata yang ada di desanya itu.

“Tahun ini kami akan menata beberapa spot wisata yang ada di desa ini kemudian kami akan serahkan kepada kopdarwis untuk mengurus”, tukasnya.

Selain itu ia berharap kepada dinas pariwisata Manggarai Barat agar desanya juga dapat dijadikan sebagai desa wisata.

“Kalau desa ini semestinya harus jadi desa wisata. Karena kita memiliki potensi hanya tinggal dikembangkan saja”, tutup Stanislaus.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 690 kali

Baca Lainnya
x