Manggarai Barat

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:51 WIB

7 bulan yang lalu

logo

BOPLBF menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama berbagai stakeholder  
di Kantor Kelurahan Labuan Bajo, Kamis (2/7/2020). (Foto: Ist)

BOPLBF menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama berbagai stakeholder di Kantor Kelurahan Labuan Bajo, Kamis (2/7/2020). (Foto: Ist)

BOPLBF Rancang Travel Pattern Wisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo, floreseditorial.com – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) merancang konsep penataan kampung wisata dan travel pattern/alur perjalanan wisatawan di Kota Labuan Bajo. Konsep travel pattern ini sebagai solusi guna mengatur persebaran wisatawan agar tidak menumpuk di satu destinasi tertentu. Harapannya, dengan konsep itu menambah waktu tinggal wisatawan di Kota Labuan Bajo. Sebab, banyak pilihan atraksi kebudayaan khas yang disajikan.

Dalam rangka penyusunan konsep tersebut,
BOPLBF menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Lurah Labuan Bajo; Sarifuddin Malik, tokoh masyarakat setempat, para Ketua RT, masyarakat, para stakeholder pariwisata di tiga kawasan pesisir terkait potensi wisata Kampung Ujung, Kampung Tengah, dan Kampung Air. RDP itu digelar di Kantor Kelurahan Labuan Bajo, beberapa waktu lalu.

Melalui pertemuan ini, seluruh pihak terkait berharap wisata budaya dan aktivitas masyarakat setempat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, serentak menggerakkan perekonomian masyarakat. Sebab masyarakat terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, melalui siaran pers No.013/SP/Komblik/BOPLBF/VI/2020 yang diterima floreseditorial.com, Selasa (7/7/2020), mengungkapkan RDP tersebut dilaksanakan sebagai upaya BOPLBF menghimpun saran, masukan, sekaligus menggali apa-apa saja yang ingin dilakukan dan diperlukan untuk mendukung dan memperkuat rencana penguatan produk wisata di tiga lokasi otentik dalam Kota Labuan Bajo.

“Kami menggali sejarah, kebudayaan, dan aktivitas masyarakat agar bisa menjadi produk wisata dan travel pattern yang memberikan wisata berkualitas bagi para wisatawan yang berkunjung. Kampung Ujung, Kampung Tengah, dan Kampung Air merupakan daya tarik utama kota pelabuhan Labuan Bajo. Di mana memiliki kisah dan narasi sangat menarik sebagai produk wisata premium dalam Kota Labuan Bajo,” terang Shana.

Shana, juga menekankan pentingnya membangun narasi budaya masyarakat setempat untuk memperkuat daya tarik wisata darat, mengingat masih banyak potensi wisata yang bisa digali selain menjual pemandangan alam.

Budaya dan masyarakat, demikian Shana,
memiliki eksotisme sejarah. Jika semakin digali dan dinarasikan dengan baik, memiliki daya pikat sendiri bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

“Ke depan, wisata Labuan Bajo menjadi lengkap, tidak hanya keindahan alam, tapi juga keramahan dan interaksi dengan masyarakat. Karena itu, penguatan narasi dan literasi sejarah dan budaya terus digiatkan untuk memperkuat kedalaman konten produk wisata,” ungkap Shana.

Lurah Labuan Bajo, Sarifuddin Malik, mengungkapkan mendukung rencana Kampung Ujung, Kampung Tengah, dan Kampung Air menjadi kawasan yang masuk dalam rancangan alur perjalanan wisatawan di Labuan Bajo.

Sarif, berharap pembangunan tiga kampung wisata ini menjadi pintu masuk pemberdayaan masyarakat di tiga kampung wisata. (adi)

Artikel ini telah dibaca 330 kali

Baca Lainnya
x