Manggarai Barat

Kamis, 9 Juli 2020 - 10:39 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Pesona Air Terjun Cunca Jati yang terletak di jantung kota Labuan Bajo. (Foto: Ist)

Pesona Air Terjun Cunca Jati yang terletak di jantung kota Labuan Bajo. (Foto: Ist)

Sensasi ‘Air Terjun Cunca Jati’: Sebuah Ironi

Siapa bilang Labuan Bajo ketiadaan stok air? Warga kota ini boleh menjerit kekurangan air setiap hari, tetapi faktanya justru di tengah kota yang identik dengan kekeringan itu, ada sebuah air terjun dengan panorama alam yang mengagumkan.

Keberadaan Air Terjun Cunca Jati (demikian nama yang diberikan oleh warga lokal untuk lokasi itu) menjadi sebuah teka-teki sekaligus ironi di tengah derasnya pemberitaan soal krisis air di kota ini. Pertanyaan yang muncul dalam benak adalah mengapa sumber air di Cunca Jati itu, tidak dimanfaatkan untuk memenuhi pasokan air untuk warga kota?

‘Penemuan Air Terjun Cunca Jati’ yang sempat menjadi viral di media sosial, membuat banyak warga yang jatuh hati dengan sensasi kesegaran dan keindahan alam di sekitar lokasi itu. Pasca diumumkan lewat jagat maya, tak sedikit warga lokal yang berjubel ke tempat itu untuk memenuhi rasa dahaga akan cerita sensasional itu.

Tulisan ini merujuk pada berita kisah (feature) tentang pesona Air Terjun Cunca Jati yang diekspos di media Jaringpos.com, (8/7/2020). Sebagian besar isi tulisan ini merupakan pengolahan lanjutan dari laporan berita tersebut.

Dengan penemuan ini, maka Labuan Bajo, kota mungil nan molek di ujung Barat Nusa Bunga, seolah tak pernah henti memancarkan aura eksotika alam yang memesona. Pancaran kemolekannya tak hanya datang dari relief pantai berpasir putih dan bentangan lanskap panorama laut dari ketinggian, tetapi tepat di jantungnya ‘sebuah air terjun’ berparas jelita mendaraskan simphoni alam yang penuh sensasi.
Dahaga para ‘pemburu aura romantika alam’ bakal terpuaskan kala bersua dengan obyek wisata alam di tengah kota ini. Letak dan akses yang mudah dijangkau, membuat ‘air terjun’ ini kemungkinan menjadi salah satu spot destinasi wisata favorit bagi masyarakat lokal.

Warga Labuan Bajo sepertinya ‘baru menemukan’ obyek wisata alam ini. Padahal, letaknya persis berada di depan batang hidung mereka. Siapa yang tidak tahu bangunan Gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. Air terjun Cunca Jati ini terletak sekitar 300-400 meter di belakang bangunan Gereja itu. Sayang sekali, intuisi para pelancong dan pegiat wisata, tidak mencium aroma estetis nan eksotis dari air terjun ini.
Perjalanan ke lokasi ini sangat menyenangkan. Hanya dengan ‘berjalan kaki’ selama kurang lebih 30 menit dari gedung Gereja Paroki Roh Kudus, kita bisa menyusuri dan menikmati panorama alam yang masih perawan dan penuh sensasi. Kicauan burung begitu merdu beriringan suara air terjun cunca Jati seolah menghasilkan nada harmoni alam yang syahdu.

Selain itu, kontur stalatik yang berjejer indah di tebing yang dikelilingi pepohonan jati dan bambu, seakan membawa kita ke suasana firdaus purba yang begitu damai dan indah. Sekelilingnya begitu sejuk. Nyaris setiap hari kita akan mendengar suara alam Cunca Jati yang bernuansa mistis ini hingga malam tiba. Duh… betapa enak dan nikmatnya.

Lanskap alam nan asri dipadu dengan ‘detak dan desis gemuruh suara alam di sekitar Cunca Jati, membuat para pengunjung ‘tak mau beranjak’ dari tempat itu. Boleh jadi, kita seperti tiga murid yang ada di gunung Tabor dalam narasi biblis yang legendaris itu, bakal mendirikan tiga kemah di lokasi itu. Kita sungguh merasa terpikat dan betah berada dalam jejaring keindahan alam yang sangat menakjubkan itu.
Tetapi, tahukan Anda bahwa lokasi di mana Air Terjun Cunca Jati itu merupakan satu-satunya hutan sebagai ‘paru-paru kota Labuan Bajo’, Manggarai Barat (Mabar)? Letaknya cukup ideal sebagai penyuplai oksigen bersih untuk warga kota. Yah… Air terjun Cunca Jati teletak di jantung kota yang tak jauh dari pusat perkotaan seperti dari kantor bupati Mabar.

Air terjun ini terasa begitu spesial dan istimewa terutama jika dihubungkan dengan kondisi temperatur kota yang cenderung gerah dari tahun ke tahun. Air terjun Cunca Jati, dengan demikian menjadi sebuah ‘oase’ yang menyegarkan di tengah terik mentari kota yang menyengat kulit. Kita bisa melepas penat dan mengusir rasa gerah dengan berkunjung ke lokasi ini.

Sontak saja, belakangan ini, ketika Air Terjun Cunca Jati go public, tidak sedikit warga-net yang kepincut dengan daya magnetisnya. Popularitasnya semakin melejit hampir setara dengan ‘penemuan Bukit Lemes’ yang fenomenal itu. Tentu, ini sebuah kabar gembira bagi warga pencinta alam dan publik Mabar umumnya.

Di sekitar lokasi air terjun, kita dengan mudah menyaksikan aneka jenis burung yang terbang dari satu pohon ke pohon yang lain. Warna dan nada kicauan burung itu sangat variatif, menghasilkan orkestrasi alam nan simphoni. Sungguh, ini bukan jenis ‘Air terjun biasa’. Labuan Bajo memang pantas digelari kota sejuta pesona wisata.

Sebuah ‘adegan alam’ yang tidak boleh dilewatkan kala mengunjungi tempat ini adalah parade kura-kura langka berukuran sebesar telapak tangan berwarna cokelat. Kura-kura tersebut dengan bebas berenang di kolam alam dan sesekali merangkak di tebing yang bertaburan stalaktik itu. Sebuah suguhan yang sangat menghibur.

Di samping itu, pada kolam seluas tujuh meter persegi itu, kita bisa menjumpai ikan gabus dalam pelbagai ukuran. Hati kita pasti melonjak kegirangan menyaksikan suguhan alam yang menawan itu. Demikian pun anak-anak, loncat kegirangan menikmati suasana Kolam Cunca Jati itu.

Nah… Apakah Anda penasaran? Jangan pendam rasa itu. Sesekali datang dan nikmatilah sensasi alam yang ditawarkan oleh obyek wisata Air Terjun Cunca Jati di tengah kota wisata super premium ini.

Akhirnya, kita berharap agar Pemda Mabar bisa mengolah dan memanfaatkan Air Terjun Cunca Jati ini, tidak hanya sebagai spot wisata alam, tetapi bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga kota Labuan Bajo. Tentu, untuk tujuan pemenuhan kebutuhan air rumah tangga warga itu, Pemda Mabar perlu membuat riset dan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan ekologi yang lebih serius dan kompleks. (Sil Joni)

Artikel ini telah dibaca 860 kali

Baca Lainnya
x