Manggarai

Selasa, 28 Juli 2020 - 13:05 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Pesona Pantai Torong Besi yang patut dikembangkan sebagai salah satu destinasi pariwisata baru. (Foto: Andrianus Paur)

Pesona Pantai Torong Besi yang patut dikembangkan sebagai salah satu destinasi pariwisata baru. (Foto: Andrianus Paur)

Pantai Torong Besi yang Memikat Hati

Reok, floreseditorial.com – Bagi masyarakat Kabupaten Manggarai, khususnya warga di Kecamatan Reok dan sekitarnya, Pantai Torong Besi tak lagi asing. Pantai berpasir putih nan elok ini, terletak di pesisir pantai utara (pantura) Pulau Flores. Pantai yang dikitari gugusan perbukitan indah ini, merupakan salah satu objek wisata alam yang memikat hati.

Untuk mencapai Pantai Torong Besi, dapat ditempuh dengan bersepeda atau menggunakan mobil dari Reo, Ibu Kota Kecamatan Reok. Waktu tempuh sekitar 15 menit perjalanan. Atau jika Anda dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, sekitar 62 Km atau dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pada masa lampau, Pantai Torong Besi cukup terkenal. Di pantai inilah, orang Manggarai pertama dibaptis menjadi penganut Agama Katolik. Letak pantainya cukup strategis dan memiliki panorama alam yang indah. Sekitar 10 Km dari lokasi pantai tersebut, terdapat Pelabuhan Laut Kedindi, salah satu pelabuhan teramai. Pelabuhan ini juga sebagai pintu gerbang keluar – masuk orang dan barang dari berbagai penjuru nusantara.

Kala itu, Minggu (26/7/2020), di tengah pandemi covid-19, floreseditorial.com mengunjungi pantai yang selama ini cukup ramai dikunjungi warga. Sebelum corona menerpa dunia termasuk Manggarai, wisatawan yang berkunjung ke pantai ini lumayan banyak.

Panorama alam pantai yang indah berikut udara sejuknya, menambah syahdu suasana pantai nan eksotik itu.

Goa Maria, tempat peziarahan umat Katolik, terletak beberapa meter dari bibir pantai. (Foto: Adrianus Paur)

Di sisi kiri dan kanan jalan, terdapat pepohonan cemara pantai, pinus dan bakau yang tumbuh rindang di sepanjang jalan. Beberapa meter dari bibir pantai, berdiri megah sebuah Gereja Katolik dan Gua Maria yang menampakkan aura religiusitas.

Bagi para pengunjung khususnya mereka yang beragama Katolik, dapat berdoa atau berziarah ke Gua Maria Torong Besi sebelum menikmati sensasi alam pantai.

Sekitar 500 meter dari pantai, tepatnya di Kampung Cengkalang, Anda akan menjumpai Kapela Tua, tempat orang Manggarai pertama dipermandikan menjadi penganut agama Katolik. Sementara itu, sejauh mata memandang, terbentang gugusan perbukitan indah. Meskipun di musim kemarau, pepohonan tampak meranggas akibat gugurnya dedaunan.

Tampak pula batu-batu cadas seolah tersusun rapi dengan kemiringan mencapai 30 derajat. Meskipun kekeringan sering melanda kawasan wisata ini, namun beberapa jenis tanaman seperti pisang, kelapa, pepaya dan tanaman perdagangan lainnya tampak tumbuh subur di musim kemarau.

Sebelum pandemi corona, banyak wisatawan berkunjung ke sini. Ketika corona menerpa, pantai ini pun sepi. Namun, ketika masa new normal atau kebiasaan baru mulai diterapkan, wisatawan perlahan-lahan memadati pantai berpasir putih ini.

Kini, hampir setiap hari, ada saja pengunjung yang datang. Apalagi bila hari Minggu atau hari-hari liburan umum. Roda perekonomian pun mulai berputar di sekitar pantai nan indah ini. Sejumlah hotel dan restaurant atau rumah makan mulai menyajikan beragam masakan.

Pantai Torong Besi memang punya daya tarik tersendiri. Tidak hanya menawarkan keindahan alam pantai dan landscape pegunungan, tapi juga menyuguhkan interaksi kehidupan masyarakat.

Setiap hari Minggu atau hari-hari libur nasional, banyak orang berkunjung ke pantai ini sekadar melepas lelah alias rekreasi. Pada bulan Mei dan Oktober, banyak umat Katolik datang untuk berziarah atau berdoa memohon perlindungan atau syukur atas kehidupan yang diberikan Sang Khalik. Berziarah, berdoa sekaligus menikmati indahnya panorama alam pantai.

Torong Besi yang beberapa tahun silam pernah dijadikan wilayah pertambangan mangan, kini kembali menata diri menjadi sebuah destinasi wisata menarik.

Semoga Torong Besi menjadi salah satu destinasi wisata baru yang patut kita jaga keaslian dan kelestariannya, agar menjadi salah satu tempat pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan. (Andrianus Paur)

Artikel ini telah dibaca 609 kali

Baca Lainnya
x