Menu

Mode Gelap

Warisan Budaya WITA ·

Gereja Tua Lengko Ajang, Bukti Perkawinan Budaya Eropa dan Manggarai


 Gereja Lengko Ajang (Foto: Visit Matim) Perbesar

Gereja Lengko Ajang (Foto: Visit Matim)

Manggarai Timur, Floreseditorial.comBerbicara tentang daya tarik wisata di Kabupaten Manggarai Timur, seakan tidak ada habisnya. Pasalnya, kabupaten yang terkenal akan kopi ini, menyimpan beragam jenis daya tarik wisata, salah satunya adalah Wisata Religi. 

Yaa… Wisata Religi memang memiliki daya pikat tersendiri, sehingga tidaklah mengherankan jika banyak pelancong khususnya peziarah menaruh minat besar terhadap jenis wisata yang satu ini.

Berbicara tentang Wisata Religi, Kabupaten Manggarai Timur memiliki beberapa daya tarik wisata jenis ini. Salah satunya yakni Gereja Tua Lengko Ajang.

Gereja Lengko Ajang (Foto: Visit Matim)

Terletak di Paroki Santa Theresia Lengko Ajang, Desa Wangkung, Kecamatan Sambi Rampas, Gereja Tua Lengko Ajang merupakan salah satu dari tiga Gereja Katolik tertua di wilayah Keuskupan Ruteng, bersama dengan Gereja Rekas di Manggari Barat dan Gereja Cibal di Manggarai Tengah. 

Gereja Tua Lengko Ajang ini disebut-sebut sebagai gereja pertama dan tertua di Manggarai Timur, dibangun oleh seorang Misionaris Jerman bernama, Alm. P. Wihelmus Jansen, SVD, pada tahun 1927-1931.

Pada arsitektur Gereja Tua Lengko Ajang terdapat lima buah candi dan salib di atasnya. Panjang gereja ini 25 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 18 meter. Wowww…!!!

Daya pikat gereja ini terletak pada arsitektur bangunannya yang mengadopsi gaya Neo Gothik Tradisional, di mana bentuk bangunannya bundar dan beratap runcing menyerupai bentuk bangunan gereja di Eropa pada umumnya. Menakjubkan!

Selain itu, hal lain yang unik adalah terjadinya akulturasi budaya yang tergambar dalam bentuk sebuah bangunan gereja. Sungguh Mengesankan…

Penataan interior Gereja Lengko Ajang (Foto: Visit Matim)

Perpaduan antara kebudayaan Eropa dengan Manggarai NTT, akan Anda jumpai pada bangunan gereja ini.

Dinding Gereja Tua Lengko Ajang berbentuk Neo Gothik, dan atapnya menyerupai atap Mbaru Gendang, rumah adat Manggarai. Sementara interior bangunannya bergaya Eropa, dan atapnya berbentuk jaring laba-laba, seperti yang lasim dijumpai pada interior atap rumah adat Manggarai. Sungguh perpaduan yang memikat!

Tak jauh dari lokasi gereja ini, terdapat hamparan persawahan penduduk yang berbentuk terasering, menambah kuatnya daya pikat dari gereja legendaris yang satu ini. 

Untuk menuju ke sini, bagi pengunjung yang datang dari arah Barat Pulau Flores melalui Labuan Bajo, akan menempuh perjalanan darat melintasi Jalan Trans Flores selama empat jam menuju Kota Ruteng. Selanjutnya, arahkan kendaraan ke timur melewati Jalan Trans Flores selama 20 menit hingga tiba di pertigaan Bealaing. Kemudian belok kiri melewati Jalan Provinsi Ruteng – Elar selama 40 menit hingga tiba di Watunggong. Lalu lanjut ke arah Lengko Ajang selama sepuluh menit hingga tiba di Gereja Tua Lengkong Ajang.

Sementara bagi pengunjung yang datang dari arah Timur Pulau Flores, baik dari Maumere dengan waktu tempuh sembilan jam, dari Ende tujuh jam, atau dari Bajawa selama empat jam, Anda akan melintasi Jalan Trans Flores hingga sampai di Kota Borong. Kemudian dilanjutkan melintasi Jalan Trans Flores selama 40 menit hingga tiba di pertigaan Bealaing. Belok kanan sampai di pertigaan ini, melewati Jalan Provinsi Ruteng – Elar selama 40 menit hingga tiba di Watunggong.

Jalan terus selama sepuluh menit hingga tiba di Lengko Ajang, yang adalah rumah dari gereja legendaris ini.

Untuk diketahui, Wisata Religi Gereja Tua Lengkong Ajang dikelolah oleh Paroki Santa Theresia Lengko Ajang. Karenanya, Anda tidak perlu khawatir akan biaya retribusi, karena masuk di wilayah ini dipastikan gratisss… tissss… tissss

Sementara untuk fasilitas penunjang wisata seperti rumah makan dan fasilitas akomodasi, belum tersedia di tempat ini. Rumah makan dan penginapan tersedia di Watunggong, tak jauh dari kawasan ini.

Jadi… Bagi Anda penikmat Wisata Relegi dan Sejarah, mengunjungi gereja legendaris ini adalah pilihan terbaik. Ayo, tunggu apa lagi… Mari kita ke Gereja Tua Lengko Ajang.

Artikel ini telah dibaca 143 kali

Baca Lainnya

Ritual Barong Wae dan Barong Lodok Budaya Manggarai

24 November 2020 - 15:25 WITA

Perempuan dan Pesona Tenun Ikat Flores

23 Juli 2020 - 05:36 WITA

Lestarikan Etu, Tinju Adat Warisan Leluhur

22 Juli 2020 - 12:13 WITA

Pesona Wisata Budaya Kampung Tado

18 Juli 2020 - 13:12 WITA

Ruteng Pu’u, Kampung Tua Nan Asri

13 Juli 2020 - 19:13 WITA

Ketika “Paca” Kehilangan Nilai Spiritual

10 Juli 2020 - 06:12 WITA

Trending di Warisan Budaya
x