Menu

Mode Gelap

Warisan Budaya WITA ·

Tarian Rangkuk Alu, Ajang Kaum Muda Mencari Jodoh


 Seorang wisatawan mancanegara sedang menari tarian rangkuk alu. (Foto: Ist) Perbesar

Seorang wisatawan mancanegara sedang menari tarian rangkuk alu. (Foto: Ist)

Tarian rangkuk alu atau tetek alu merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat di banyak daerah di Pulau Flores dan Lembata. Masyarakat Manggarai pada umumnya mengenal tarian ini sebagai ajang bagi kaum muda untuk mencari jodoh.

Namun, atraksi tarian tradisional ini semakin jarang dipentaskan. Mengapa?

Embun pagi di suatu hari pada awal bulan November 2019 masih belum kering. Namun puluhan warga sudah memadati halaman seluas sekitar 25 m² di Kampung Cecer, Desa Liang Dara, Kecamatan Mbeliling.

Hari itu, kampung mungil nan asri yang terletak sekitar 25 km dari Kota Labuan Bajo itu, diliputi derai tawa para warga yang menyaksikan berbagai atraksi budaya dalam acara penyambutan sejumlah wisatawan mancanegara.

Berpakaian songket dilengkapi aksesoris khas Manggarai, empat perempuan muda berjingkrak-jingkrak melompat di sela-sela bambu yang dimainkan oleh empat orang lainnya, dengan ritme teratur sambil menyanyikan syair lagu khas Manggarai, diiringi musik gong gendang.

Para penari kemudian mengajak sejumlah wisatawan untuk ikut menari. Tiba-tiba kaki seorang wisatawan terjepit di antara sela-sela bambu. Rupanya sang penari terlambat mengangkat kakinya. Mungkin Ia kurang lincah dan tidak cekatan menghindari ‘tebasan’ batang babu. Puluhan penonton serempak menyoraki sang penari sambil terkekeh-kekeh.

Wisatawan itu pun kembali berjingkrak-jingkrak lincah di atas bambu. Sesekali Ia berhenti menarik napas sebelum memulai lagi lompatan. Ia tampak gugup namun Ia sangat menikmati nya. Beberapa kali Ia kembali ‘terjebak’ diantara sela-sela bambu. Ratusan pasang mata terus bersorak sorai menghibur para tamu. Mereka bertepuk tangan, menyanyi dan bergembira hingga akhir atraksi.

Alkisah, pada zaman dulu tarian rangkuk alu atau tetek alu (bamboo dance) merupakan wadah bagi anak-anak muda untuk mencari jodoh. Tarian ini biasa dipentaskan pada acara usai panen raya dan dilakukan pada malam hari, saat bulan Purnama.

Rangkuk alu dipentaskan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan dilakukan dalam suasana penuh kegembiraan dan persaudaraan. Pada umumnya, rangkuk alu biasa dipentaskan oleh kaum muda terutama oleh mereka yang masih lajang atau belum menikah.

“Tarian rangkuk alu biasanya dijadikan ajang untuk mencari jodoh atau pasangan hidup oleh anak-anak muda. Pada umumnya melibatkan kaum muda dan dilakukan dalam suasana gembira ria,” ujar Kristo Nison warga setempat.

Kreasi tarian rangkuk alu diiringi nyanyian atau lagu-lagu khas daerah Manggarai, mengandung pesan-pesan magis-spiritual atau rayuan gombal. Pada masa lalu, tarian ini sangat digandrungi oleh kaum muda dan orang tua.

Tarian ini membutuhkan skill yakni kelincahan dan kecekatan, karena seorang penari dituntut untuk mampu menghindari diri terutama kaki penari dari jepitan.

Sementara itu, jumlah bambu yang digunakan biasanya berkisar antara 6 – 8 batang bambu dengan ukuran sekitar 4 meter. Dua bambu sebagai alas bagi 4 atau 6 bambu lainnya yang digunakan untuk tarian.

Tarian rangkuk alu merupakan tarian rekreatif atau menghibur, sehingga sangat diminati oleh masyarakat. Menurut penuturan sejumlah warga, tarian ini masih sangat disukai terutama oleh wisatawan mancanegara.

Meskipun demikian, belakangan ini, tarian rangkuk alu kian jarang dipentaskan oleh masyarakat Manggarai, lantaran adanya pergeseran zaman melalui kehadiran kebudayaan asing atau kebudayaan modern.

Bagi wisatawan mancanegara, tarian rangkuk alu sangat diminati para wisatawan. Diharapkan tarian rangkuk alu tetap dipertahankan dan dilestarikan dari masa ke masa. (Kornelius Rahalaka)

Artikel ini telah dibaca 386 kali

Baca Lainnya

Gereja Tua Lengko Ajang, Bukti Perkawinan Budaya Eropa dan Manggarai

23 September 2021 - 04:21 WITA

Ritual Barong Wae dan Barong Lodok Budaya Manggarai

24 November 2020 - 15:25 WITA

Pesona Air Terjun Ogi di Kabupaten Ngada

17 November 2020 - 06:09 WITA

Ratusan Warga Jemput Menantu Wakil Tua Golo Tado

13 November 2020 - 06:45 WITA

Menikmati Keindahan Alam Manggarai Timur di Air Terjun Rana Mese

12 Oktober 2020 - 20:10 WITA

Pulau Mauwan yang Menawan

13 September 2020 - 04:13 WITA

Trending di Wisata Pilihan
x