Menu

Mode Gelap

Desa Wisata WITA ·

Wae Sadong, Mata Air Berbentuk Gong


 Wae Sadong, sumber air yang Terdapat di Kawasan Hutan Suka. (Foto: Nardy Jaya) Perbesar

Wae Sadong, sumber air yang Terdapat di Kawasan Hutan Suka. (Foto: Nardy Jaya)

Kota Komba, floreseditorial.com – Dalam entitas budaya Manggarai Raya, air (wae teku) merupakan salah satu dari lima filosofi peradaban. Natas labar, beo kaeng, uma duat, wae teku dan boa adalah unsur terpenting sebagai bukti dari peradaban tersebut.

Minggu (5/7/2020), floreseditorial.com menelusuri hutan (pong) Suka yang terletak di Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Keberadaan Wae Sadong yang konon berbentuk gong, memicu floreseditorial.com menyempatkan diri bertandang ke tempat itu. Berjejak dan bersenda gurau di Pong Suka yang pada masa lalu menjadi pusat peradaban Suku Suka, salah satu suku besar di wilayah Kota Komba Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Penyebaran suku ini hingga Manggarai Barat.

Tentang asal-usul Wae Sadong, dituturkan Yoseph Nenggong, Mateus Anis Tangi dan German Gelang. Kata mereka, Wae Sadong merupakan salah satu bukti sejarah peradaban yang masih terlihat utuh hingga saat ini. Uniknya, air jernih dengan kolam berbentuk gong itu terlihat tenang. Pada perputaran musim apa saja, air Wae Sadong tidak akan kering. Selalu ada.

Sumber mata air Wae Sadong yang muncul dari sela-sela batu cadas tersebut menyimpan cerita mistik. Menurut Matheus Anis, nenek moyang Suku Suka pada zaman dahulu mengambil air dari kolam kecil tersebut menggunakan tempurung kelapa. Tempurung yang selalu tersedia di tempat itu, tidak diperkenankan untuk bawa pulang. Jika dibawa pulang, mala petaka akan datang menghampiri.

Entah mitos atau fakta. Namun, menurut mantan Kepala Desa Rana Kolong, Eduardus Ndu, hingga kini, seluruh warga Kampung Mesi, menjadikan Wae Sadong sebagai sumber air andalan utama kala musim kemarau panjang. Mereka tetap menggunakan tempurung kelapa untuk mengambil air dari Wae Sadong itu.

Selain Wae Sadong, terdapat pohon beringin raksasa dan batu compang tempat nenek moyang Suku Suka memberi sesajian kepada leluhur. Hal tersebut merupakan peninggalan sejarah peradaban Suku Suka setelah akhirnya berpindah ke Mberumbengus, Lawen, Ndanga Tawa dan saat ini menyebar luas di Manggarai Raya. (Nardi Jaya)

Artikel ini telah dibaca 330 kali

Baca Lainnya

Ritual Barong Wae dan Barong Lodok Budaya Manggarai

24 November 2020 - 15:25 WITA

Pesona Air Terjun Ogi di Kabupaten Ngada

17 November 2020 - 06:09 WITA

Ratusan Warga Jemput Menantu Wakil Tua Golo Tado

13 November 2020 - 06:45 WITA

Menikmati Keindahan Alam Manggarai Timur di Air Terjun Rana Mese

12 Oktober 2020 - 20:10 WITA

Pulau Mauwan yang Menawan

13 September 2020 - 04:13 WITA

Cunca Kuang, Surga Tersembunyi di Desa Bangka Kantar

7 September 2020 - 05:54 WITA

Trending di Desa Wisata
x